Selasa, 02 Mei 2017

Mati Aku

Lubang besar di dada
lalu hitam di kepala
ingin pecah
tapi kantung mata lebih dulu lebur
jadi sungai arus deras
ingin ikut hanyut
tapi aku terpasung
menunggu maut
yang adalah belenggu
mendekap aku lekat-lekat
hingga tulang 
jantungku tertusuk
kepalaku masih pekat yang menghujani awan-awan gelap
ke dadaku yang kini darah
lalu beku menjalar dari kaki-kakiku 
di sekujur aku biru
di seluruh aku pilu.

Rabu, 12 April 2017

Anak Lelakiku.


Ini ibu,
Kamu mirip sekali ayahmu. Hidung, juga matamu. Aku menyayangimu jauh sebelum kita bertemu. Anak lelakiku, ayahmu sama sepertiku, begitu menyayangimu. Kepalamu di bahunya ketika kamu tertidur, ia menggendongmu. Aku berada tepat di belakang. Lalu kau tumbuh makin besar, kau bercerita padaku bagaimana kau dan ayahmu menghabiskan waktu bermain bersama.
Padamu tumbuh separuhku, ialah nafas ayahmu, kekasih yang hidup di dadaku dan membangun rumah di sana entah sejak kapan. Aku menyayangimu, ada ia tumbuh di dalammu, kamu persis ayahmu.
Anak lelakiku, sampai berjumpa kemudian. Aku mau ke bintang, mata ayahmu yang kilap. Pendarnya selalu teduh yang mengajak pulang. Nanti kita di sana bersama, sehabis hujan di kepala ibu, yang diredakan terang pagi hati ayahmu, seperti selalu.

— malam larut.

Selasa, 08 Maret 2016

Surat Cinta untuk Moya [2]


Moya,

Di hari-hari yang engkau lelah menunggu, jangan berpikir berhenti. Sebab cita-cita besar adalah perkara waktu dan bagaimana kamu tidak menyerah.

Banyak sekali alasan untuk menyudahi, Moya. Ketika begitu, kau perlu ingat bagaimana semuanya kau mulai. Tidak ada yang terlalu mudah untuk sebuah niat besar. Hal-hal kecil seringkali adalah pemberian, jarang sekali hal besar diberikan cuma-cuma. Begitulah manusia perlu membayar.

Tidak selalu perkara uang, orang diuji dengan banyak cara. Satu hal dibayar dengan hal lain.

Moya,

Apa kau masih ingat cerita tentang terowongan panjang yang begitu gelap? Iya, di ujung ada cahaya. Hanya jika kau tak berhenti, kau akan tiba di sana. Yang menyerah tidak menemui apa-apa kecuali gelap; kematian(usaha)nya.

Moya sayang,

hal baik menunggu, jangan berhenti.




❤️.