pada satu waktu yang bernama kelak/ entah akan ada di mana// hilang tanda/ atau mungkin berhenti mencari/ satu-satunya yang masih/ doa yang (terlanjur) antre//
Tampilkan postingan dengan label just words. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label just words. Tampilkan semua postingan
Senin, 08 Juni 2015
Senin, 26 Januari 2015
God save Brown for Cony.
Waktu.
Yang katamu akan.
Segala singgah yang tahu di mana rumah.
Tempat buku-buku berserakan,
sehabis baca yang tak kau tamatkan
Atau sebuah ketika yang biasa,
aku tak gosok gigi, lebih asik tidur.
Lalu di mana Brown dan Cony?
Yang katamu akan.
Segala singgah yang tahu di mana rumah.
Tempat buku-buku berserakan,
sehabis baca yang tak kau tamatkan
Atau sebuah ketika yang biasa,
aku tak gosok gigi, lebih asik tidur.
Lalu di mana Brown dan Cony?
lihat olehmu nanti,
sebuah pagi,
syal yang basah oleh liur
lalu tawa yang sama,
karena Brown ada dua
dan Cony adalah nyanyi merdu
coba cek saku kirimu ;)
sebuah pagi,
syal yang basah oleh liur
lalu tawa yang sama,
karena Brown ada dua
dan Cony adalah nyanyi merdu
coba cek saku kirimu ;)
Senin, 17 November 2014
Minggu, 09 November 2014
Kamis, 06 November 2014
Selamat Malam:*
Simpan air matamu di toples, nona.
Hatimu letakkan di sana
lalu pergi tidur
tak usah khawatir
hatimu biji
imbibisi semalaman membantunya tumbuh esok hari
kelak berbunga
lalu berbuah
lalu dimakan
habis.
Jika bersisa,
tinggal tunggu
biji tumbuh, lagi dan lagi
entah hujan entah air mata
yang merendamnya semalaman.
Sabtu, 11 Oktober 2014
Kamis, 09 Oktober 2014
Kepada Yang Juga Hilang
Barangkali kita ini dua semesta
Yang terjebak masing-masing
Lalu jalan pulang ternyata dekat
Satu, yang disembunyikan maha besar ego.
Senin, 08 September 2014
Tentang mata
Bukankah itu mata yang sama?
Sepasang mata yang juga kau miliki.
Lalu di dalamnya apa?
Barangkali kita masih menyimpan yang sama
Di mata masing-masing.
Kelak, kita ceritakan
atau bahkan bertukar.
Sepasang mata yang juga kau miliki.
Lalu di dalamnya apa?
Barangkali kita masih menyimpan yang sama
Di mata masing-masing.
Kelak, kita ceritakan
atau bahkan bertukar.
Rabu, 03 September 2014
Senin, 25 Agustus 2014
Kamis, 21 Agustus 2014
Kelak
Hidup tidak selalu seperti yang kita mau. Lalu saya teringat kamu; semua ada waktunya.
Kelak akan ada manis.
Kelak akan ada manis.
Saya percaya ini.
Kelak akan ada manis.
Saya percaya ini.
Entah bagaimana Tuhan bekerja, terkadang kamu tak perlu tahu. Lihat apa yang akan dibawa waktu. Selamat menunggu. Bersiaplah!
Selasa, 19 Agustus 2014
Jumat, 25 Juli 2014
Selasa, 22 Juli 2014
Kepada Tuan yang Mencintai Gelap
Puisiku mendadak hilang
Adakah ia berjalan di sunyi mencarimu?
Atau malam yang lupa memulangkannya?
Tuan, jika bertemu..
beritahukan; ia tak perlu pulang
Tempatmu adalah aman
Siang tak perlu puisi
Adakah ia berjalan di sunyi mencarimu?
Atau malam yang lupa memulangkannya?
Tuan, jika bertemu..
beritahukan; ia tak perlu pulang
Tempatmu adalah aman
Siang tak perlu puisi
Makassar, 20 Juli 2014
Jumat, 16 Mei 2014
aku sedang menghadiahi mataku dengan puisi
ketika diam-diam dingin ruangan menjalari paru-paruku dengan kamu
bersama bunyi-bunyi di kepala kamu sukses diselundupkan
dengan rupa kemacetan yang menahan mobilmu di belakang pengendara-pengendara motor
hendak ke mana kamu?
bukankah pertemuan yang kita rencanakan baru nanti?
oh ya, aku sudah lapar :|
ketika diam-diam dingin ruangan menjalari paru-paruku dengan kamu
bersama bunyi-bunyi di kepala kamu sukses diselundupkan
dengan rupa kemacetan yang menahan mobilmu di belakang pengendara-pengendara motor
hendak ke mana kamu?
bukankah pertemuan yang kita rencanakan baru nanti?
oh ya, aku sudah lapar :|
Kamis, 30 Januari 2014
Kamis Tak Perlu Buru-Buru
Akhirnya Kamis datang dengan wajah pucat
Rabu mengajaknya begadang semalam
Diceritakan padanya tentang angin,
tentang apa yang dibawa angin,
lalu tentang perempuan masuk angin,
Mereka tertawa
Di dini hari, Rabu lalu hilang
Kamis terpaksa pulang sendiri
Ditemani hujan, akhirnya ia tiba
Pada pagi yang berkisah
tentang Rabu yang tak pulang
Rabu dan ingatan
tentang angin,
tentang apa yang dibawa angin,
tentang perempuan masuk angin,
pun tentang tawa yang akhirnya selesai
Sungguh, Kamis tak ingin buru-buru.
Rabu mengajaknya begadang semalam
Diceritakan padanya tentang angin,
tentang apa yang dibawa angin,
lalu tentang perempuan masuk angin,
Mereka tertawa
Di dini hari, Rabu lalu hilang
Kamis terpaksa pulang sendiri
Ditemani hujan, akhirnya ia tiba
Pada pagi yang berkisah
tentang Rabu yang tak pulang
Rabu dan ingatan
tentang angin,
tentang apa yang dibawa angin,
tentang perempuan masuk angin,
pun tentang tawa yang akhirnya selesai
Sungguh, Kamis tak ingin buru-buru.
Minggu, 15 Desember 2013
Jumat, 06 Desember 2013
Selasa, 29 Oktober 2013
dalam satu perjalanan pulang
#1
Jalan sedang ramai kala itu
ia berkendara sendiri
tanpa teman di boncengan, pun lagu
satu-satunya musik adalah pikirannya sendiri
#2
Sebentar lagi ia berhenti
Lampu kuning ia biarkan
Lampu merah adalah jeda
Bisa diam sejenak, pikirnya
#3
Perjalanan tak harus selesai di jalan
Pulang adalah pesta
Merayakan hidup yang seharian di luar
Rumah adalah tujuan.
Jalan sedang ramai kala itu
ia berkendara sendiri
tanpa teman di boncengan, pun lagu
satu-satunya musik adalah pikirannya sendiri
#2
Sebentar lagi ia berhenti
Lampu kuning ia biarkan
Lampu merah adalah jeda
Bisa diam sejenak, pikirnya
#3
Perjalanan tak harus selesai di jalan
Pulang adalah pesta
Merayakan hidup yang seharian di luar
Rumah adalah tujuan.
Langganan:
Postingan (Atom)