Sabtu, 25 Februari 2012

Batu

Di tubuh yang kaku, datanglah.
Bukan demi lembut laku.
Sudah jelas kau tahu, aku batu.
Keras adalah nyata, itu aku.
Menghempaslah, dan jangan berpikir aku akan pecah
Ini bukan lelucon yang menggelitik : aku tertawa dan patahlah keangkuhan
Tapi aku bisa sedikit berbaik hati, mungkin,
Membiarkanmu membentuk lubang-lubang kecil di punggungku hingga aku habis karenanya
Maka bagimu air, hanya jika kau tak menyerah, aku rela kau kikis.


Sebagai #dialogpuisi ke-9
Psssstt, ada air yang terjun disini.

3 komentar:

naya mengatakan...

kereeeeen!

rahmahambali mengatakan...

Hehe. makasih, kak :)

Lincahta' koment. Jam segini belum tidur jg?

syahwan. Tolleng mengatakan...

asyik.